DISKUSI, SALAH SATU SARANA BERTUKAR ARGUMEN MAHASISWA

DISKUSI, SALAH SATU SARANA BERTUKAR ARGUMEN MAHASISWA

KUNINGAN-(26/8) Mahasiswa adalah layaknya seorang yang memiliki jiwa intelektual, kekuatan argument, serta pemikiran-pemikiran visioner. Dalam hal ini, Al-Quran masih menjadi central pembelajaran di Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Al-Multazam Kuningan, sebagaimana visi yang diusung yaitu, Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Al-quran yang memiliki keunggulan dalam bidang tahfidz, Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Selain mahasiswa harus mampu menguasai bidang-bisang Al-Quran, pun harus mampu bersaing dalam bidang pemikiran, yaitu bagaimana mampu menguasai pola pikir visioner serta Public Speaking, terlebih mahasiswa STIQ Al-Multazam merupakan calon-calon Da’i penggerak amar ma’ruf dan nahyi mungkar dimanapun berada.

            Diskusi, merupakan salah satu wadah mahasiswa dalam meningkatkan penguasaan pemikiran serta wadah dalam mencurahkan argument-argumen demi kemajuan di masa yang akan datang. Selain itu, seyogyanya mahasiswa harus memiliki kecerdasan dalam berfikir untuk membuat-membuat strategi-strategi dalam mensyiarkan kebaikan kepada masyarakat luas. Mahasiswa harus belajar dari salah satu pemuda yang mampu menakhlukkan Kota Konstantinopel, yaitu beliau Sultan Muhammad Al-Fatih (833 H/1482 M) . Seorang yang memiliki ketertarikan yang kuat terhadap dalam bidang ilmu, yaitu sejarah dan bahasa. Selain itu, Al-Fatih merupakan seseorang yang memiliki kecerdasan tinggi, dan semangat yang begitu kuat. Kemampuan beliau dalam berkomunikasi dan menghimpun pasukan ataupun memimpin pasukan, akhirnya Kota Kontanstinopel berhasil ditaklukkan dengan perjuangan yang panjang, yaitu bagaimana perjuangan dalam pemindahan kapal melalui jalur darat, bahkan dianggap sebagai sebuah mukjizat dan menjadikan orang-orang Romawi benar-benar sangat terkejut ketika kapal-kapal Utsmani sudah berada di Tanduk Emas.

            Banyak pelajaran yang dapat diambil dari sejarah penakhlukan Kota Kontanstinopel, terlebih oleh mahasiswa, seyogyanya memiliki pemikiran-pemikiran yang cerdas seperti Sultan Muhammad Al-Fatih. Strategi-strategi untuk mensyiarkan kebaikan harus dirancang secara apik, diskusi harus digalakkan untuk membentuk karakter mahasiswa dalam mengolah pemikiran dan menyampaikan argument. Mahasiswa bisa dikatakan sebagai tombak kejayaan dakwah islam di dunia, dengan ini banyak hal yang harus dilakukan untuk menunjang kesuksesan dakwah kedepannya, yaitu memiliki wawasan ilmu yang luas, pola pikir visioner, kemampuan berkomunikasi, serta mencari solusi-solusi permasalahan yang selalu dikaitkan dengan Al-Quran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *