Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal 1443 H

Kuningan (21/10) – Dalam rangka menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur`an Al-Multazam mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada hari kamis, 21 oktober 2021 di masjid utama Pondok Pesantren Al-Multazam Kuningan dengan mengangkat tema “Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW”.

Acara maulid ini diisi dengan taujih dari Kepala Divisi Perguruan Tinggi STIQ Al-multazam, yaitu Ustadz Dudung Abdul Karim, Lc., M.Ag. dan dihadiri oleh para Muwajjih, Ikatan Kerja, dan seluruh mahasiswa STIQ Al-Multazam.

Dalam taujihnya, Ustadz Dudung Abdul Karim, Lc., M.Ag. menyampaikan bahwa ada empat nikmat yang harus selalu kita syukuri hingga saat ini, yakni nikmat Iman, Islam, Sehat, dan Waktu luang.

Dalam taujih tersebut, Kadiv STIQ Al-Multazam tersebut juga menyampaikan bahwa ada lima inspirasi dari kehidupan Nabi Muhammad SAW yang dapat dijadikan pelajaran hidup, yaitu:

1. Baginda Rasulullah SAW sejak lahir hingga wafat hidupnya penuh dengan cobaan. Oleh karena itu, sesungguhnya hidup adalah cobaan, sebesar apapun cobaan yang menghampiri kita, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan cobaan yang menghampiri Nabi Muhammad SAW. Jangan minta hilangkan cobaan yang datang, tapi mintalah agar Allah SWT menguatkan pundak kita dalam menghadapi cobaan tersebut. Sebesar apapun cobaan yang kita hadapi, nabi adalah inspirasi kita.

2. Untuk mendapatkan kesuksesan, kita memerlukan empat sifat dasar yang sudah melekat pada diri Nabi Muhammad SAW. Sifat tersebut adalah  siddik (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), fatonah (cerdas).

Seharusnya momemntum maulid nabi bisa membangkitkan sifat kejujuran, dapat dipercaya, menyampaikan kebenaran, dan kecerdasan kita.

3. Akhlak Rasullullah SAW adalah akhlak Al-Qur’an, maka tirulah akhlak beliau.

4. Fokus pada proses dan tujan bukan pada hasil. Karena sesungguhnya hasil dari suatu tujuan adalah keputusan Allah SWT.

5. Cinta perlu pengorbanan dalam setiap aspek, maka keluarlah dari zona nyaman.

Kemudian di akhir taujihnya, Ustadz Dudung Abdul Karim, Lc., M.Ag. menyampaikan kepada seluruh mahasiswa STIQ Al-Multazam jangan sampai maulid Nabi berlalu, namun tidak ada inspirasi kehidupan dari Nabi Muhammad SAW yang kita lakukan.

Kemudian setelah acara maulid tersebut, dilanjutkan dengan agenda lainnya yaitu, penyambutan generasi 2 (Al-Truistiq) dan genersi 3 (Forerunner) yang baru tiba di Kampus STIQ Al-Multazam dan agenda perkenalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIQ Al-Multazam kepada mahasiswa STIQ Al-Multazam.

Bagaimana kita akan mencintai Baginda Nabi SAW jika sosoknya saja kita tidak mengenalnya? Maka dari itu, tujuan diadakannya maulid nabi ini juga sebagai salah satu cara untuk mengupgrade cinta kita kepada Rasulullah SAW. Semoga rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW dibalas Allah SWT dengan Syafaat dari Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir. Allahumma Aamiin.

 

Wallahu a`lam bish shawwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *