Temu Kangen dan Silaturahim Mahasiswa STIQ Al-Multazam dengan Mudir Ma’had Al-Multazam

Kuningan – (19/5) Alhamdulillah kembali bersua, silaturahim mahasantri bersama mudir ma’had Al-Multazam, ustadz Adin Nurhaedin, Lc., M.Pd. Banyak ilmu yang beliau sampaikan dalam agenda pagi ini di aula PonPes Terpadu Al-Multazam Kuningan (19/5). Acara yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa atau yang kerap disebut oleh mudir ma’had dengan mahasantri ini, dihadiri oleh para pimpinan STIQ Al-Multazam beserta para muwajihah. Sambutan tunggal juga disampaikan oleh Kepala Divisi Perguruan Tinggi Ustadz Dudung Abdul Karim, Lc., M.Ag. yang mana beliau menceritakan sejarah awal berdirinya STIQ Al-Multazam, dimana mudir ma’had sebagai pejuang awal dalam proses legalitas perguruan tinggi ini hingga saat ini sudah menerima hingga angkatan ke 6.

Banyak nasihat pagi ini yang hadir, terlebih dari mudir ma’had yang memang jarang momen seperti ini terjadi yaitu berkumpul di satu forum. Dalam taujihnya, beliau mengawali dengan menceritakan sejarah Rasulullah dan para sahabat juga keutamaan sehingga bisa mendapatkan gelar yang sesuai dengan kepribadian mereka, di antaranya : Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khatab, Khalid Ibn Walid. Abu Bakar dengan gelar As-Shidiqnya merupakan sahabat yang paling dicintai Rasulullah Saw. Umar Bin Khattab dengan gelar Al-Faruq, yaitu mampu membedakan mana yang haq dan batil sebelum kekhilafahan. Selain itu, ada Khalid Ibn Walid yang memiliki gelar Syaifullah al Maslul yaitu pedang yang terhunus karena esensi khalid seperti pedang yang terhunus, setiap perang yang beliau pimpin selalu menang, beliau bercita-cita untuk meninggal di medan perang tetapi pada akhirnya meninggal di atas kasur. Namun gelar tersebut tetap tersematkan, karena beliau menyukai perang dibanding kenikmatan yang lain. Salah satu hikmah beliau meninggal bukan di medan perang, karena jika beliau meninggal di medan perang maka menjadi bahan olokan musuh. Dari kisah yang beliau sampaikan maka dapat diambil poin-poin dalam menjalani kehidupan ini.

1.      GOAL

Pandangan kita ke depan harus sudah jelas, harus memilki visi jelas. Tidak semata rasulullah menyuruh 12 sahabat untuk hijrah, namun beliau sudah diperlihatkan hadaf. Visi itu yang tinggi, jauh jika perlu yang ratusan tahun kedepan, meskipun umur kita tidak sampai, namun kita punya keturunan. Jika menaruh goal lebih jauh, maka nafasnya lebih panjang daripada orang yang meletakkan goalsnya lebih dekat.

2.      FOKUS

Fokus dengan apa yang ada di STIQ, karena semua ilmu terlahir dari al-qur’an, agar memilii kelebihan dan keistimewaan disitu makanya harus memperdalam semua ilmu yang ada di stiq. Kesungguhan akan membawa hasil, hal jazaulihsan illa ihsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *