
Rabu, 22 Oktober 2025 – STIQ Al-Multazam menyala dengan kobaran semangat jihad. Seluruh mahasiswa beserta jajaran asatidz melaksanakan apel dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Apel berlangsung dengan khidmat dan semangat perjuangan resolusi.
“Di era 5.0 ini kita harus berpikir untuk lebih serius lagi, tidak menunda apapun, meninggalkan hal yang tidak penting, tidak bermalas-malasan. Jangan sampai kita terbawa arus sehingga malas berpikir dan berusaha.
“Di era society ini, teknologi semakin canggih, AI bisa menjawab apapun yang kita minta. Akan tetapi, satu yang tidak dimiliki oleh AI dan kecanggihan teknologi, yaitu naluri serta perasaan. Di era ketika etika dan attitude semakin terkikis, kita harus mengembalikan itu semua.
“Resolusi kita adalah dengan meninggalkan hal-hal yang menghambat kesusksesan kita. Resolusi kita adalah dengan mengembalikan identitas santri,” demikian beberapa kalimat yang disampaikan kepala divisi dalam amanatnya.
Pesan beliau berhasil membangkitkan kembali semangat jihad santri, menyadarkan bahwa setiap santri harus aktif berkontribusi dalam membangun peradaban. Beberapa mahasiswi tampak meneteskan air mata saat beliau menutup amanatnya.
Momen perayaan hari santri semakin terasa hangat saat di akhir apel, mahasiswi memberi kejutan milad kepada kepala divisi. Hal itu bukan euforia semata, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan cinta murid kepada guru, begitupun sebaliknya. Sebuah pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan hubungan timbal balik antara guru dan murid dalam membangun karakter dan mencerdaskan akal.
Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari setiap angkatan, seperti orasi, drama, dan cosplay ulama. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama yang menambah keakraban.
Momen hari santri tahun ini merupakan momen penyatuan jiwa dan tujuan. Santri tidak hanya menjadi pelaku sejarah, tetapi juga pembuat sejarah. Dengan semangat juang yang terus menyala, STIQ Al-Multazam berkomitmen melahirkan generasi Islam yang unggul dan berkarakter, serta membuktikan bahwa santri adalah garda terdepan dalam membangun peradaban Islam yang gemilang. Sebuah tekad bersama telah lahir: membangun peradaban, menegakkan nilai, dan menjaga marwah kesantrian dalam setiap lini kehidupan.



