Pemberdayaan Masyarakat Qur’ani dan Riset Berkelanjutan, STIQ Al-Multazam Buka KKN ke-7
Senin (09/02/2026) — Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Al-Multazam secara resmi melaksanakan pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-7 pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan Al-Qur’an dan Kolaborasi Riset Menuju Publikasi Ilmiah dan Program Berkelanjutan,” serta dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Mahasiswa ikhwan STIQ Al-Multazam ditempatkan di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, sementara mahasiswa akhwat melaksanakan KKN di Desa Winduhaji, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. Pelaksanaan KKN terpisah ini menjadi strategi kampus dalam memastikan efektivitas program pengabdian yang selaras dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat. Pembukaan KKN di Desa Seda dihadiri oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Humas, dan Alumni STIQ Al-Multazam, Rahmat Soleh, M.Pd., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta Kepala Desa Seda, Bapak Suharsa Hendrawan, bersama jajaran perangkat desa lainnya. Dalam sambutannya, Rahmat Soleh, M.Pd. menyampaikan bahwa KKN merupakan wahana strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai keilmuan Al-Qur’an secara langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mampu melakukan pendampingan edukatif dan riset lapangan yang berdampak jangka panjang. Sementara itu, Kepala Desa Seda, Bapak Suharsa Hendrawan, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN STIQ Al-Multazam. Ia berharap program KKN dapat memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an serta mendukung kegiatan kemasyarakatan yang sudah berjalan di desa. Ia juga mengajak seluruh elemen desa untuk bersinergi dan mendukung keberhasilan program KKN. Adapun pembukaan KKN di Desa Winduhaji dihadiri oleh Kepala Divisi Perguruan Tinggi STIQ Al-Multazam, Dr. Dudung Abdul Karim, Lc., M.Ag., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Hafid Nur Muhammad, S.Ud., M.Ag., para Dosen Pembimbing Lapangan, serta Kepala Desa Winduhaji, Ibu Ika Nurhanika, bersama unsur perangkat desa lainnya. Dalam sambutannya, Dr. Dudung Abdul Karim, Lc., M.Ag. menekankan bahwa KKN ke-7 ini dirancang tidak hanya sebagai program pengabdian, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi riset antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan berbasis pendidikan Al-Qur’an dan riset diharapkan mampu melahirkan publikasi ilmiah serta program-program berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa. Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Winduhaji, Ibu Ika Nurhanika, mengapresiasi kepercayaan STIQ Al-Multazam yang menjadikan desanya sebagai lokasi KKN. Ia berharap keberadaan mahasiswi KKN dapat memberikan warna baru dalam kegiatan pendidikan keagamaan dan sosial, sekaligus menjadi mitra desa dalam pengembangan potensi masyarakat. Melalui pelaksanaan KKN ke-7 ini, STIQ Al-Multazam kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak insan akademik Qur’ani yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kemampuan berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Pemberdayaan Masyarakat Qur’ani dan Riset Berkelanjutan, STIQ Al-Multazam Buka KKN ke-7 Read More »



















